Minggu ke 6
Sabtu 10 februari 2018 adalah hari ke 6, mencari listing
di koran ternyata tidak ketemu sama sekali yang wilayah dekat Tenggilis.
Kejadian ini telah diprediksi sebelumnya, makanya sebelumnya saya sudah
keliling perumahan dekat tenggilis dan foto-foto rumah yang dipasangi spanduk
dijual tanpa perantara.
Dapat 3 rumah. Ternyata 1 rumah sudah laku, 1 rumah
bekas timeto café menolak dan 1 rumah mau dibantu penjualannya melalui Real
One. Namun spesifikasi rumah membingungkan karena sertifikatnya katanya
sertifikat YKP. Padahal di form listing
itu pilihannya cuma SHM, SHGB, PPJB dan Surat Ijo. Setelah tanya ke ibu,
ternyata itu tetap boleh dilisting. Selain itu ada kata-kata gas Negara dari
anak pemilik rumah. Selidik punya selidik gas Negara itu kata orang maksudnya
kalau rumah itu dilewati pipa gas. Jadi kalau PDAM itu pipanya isi air, kalau
ini pipanya isi gas. Tetap saja ini membingungkan karena ketika survey ke dalam
rumah itu penghuninya sedang masak yang keliahatannya menggunakan elpiji.
Pelajaran yang bisa diambil kali ini adalah tidak semua orang itu suka ditelpon tapilebih suka WA, itu terlihat ada pihak pemilik rumah yang mencantumkan di nomer nya tulisan "Tidak dapat bicara, WhatsApp saja..".
Kayaknya betul ini. coba bayangkan kalau pemilik rumah ditelpon lalu diwawancara ditanya spesifikasi rumah seperti ukuran, luas, hadap, dll apa tidak kesal kalau banyak broker yang telpon tanyatanya begitu. Dan belum tentu, pemilik hafal spesifikasi asetnya sendiri.
Comments
Post a Comment