Minggu ke 4
Januari hari ke 27
adalah hari ke 4 saya mencoba melisting di kantor Real One. Kali ini dapat 2
listingan yaitu kendangsari dengan pemilik yang ramah dan panjang jiwo permai
dengan pemilik yang sengak. Di tinjau
lokasi hari itu juga sorenya.
Pemilik yang ramah mempersilahkan masuk tinjau
lokasi sampai di dalam-dalam rumah. Sedangkan pemilik yang sengak sibuk repot
diminta lihat saja dari luar, harganyapun kemahalan, baru kontak beliau kalau dapat
buyer yang serius.
Selain itu ketika telpon juga masih ketemu agen juga,
seperti tenggilis timur 2/26 nomer 081 703 703 099 ternyata perantara, begitu
juga dengan tenggilis utara vi/34 yang katanya dititipi. Juga ada penolakan
seperti kendangsari 7/7 nomer 0822 3111 6735 itu ditelpon katanya ga, mau jual
sendiri dulu.
Di hari ini juga sempat dapat arahan dari ibu agar BC ke
group. Saya diinvite ke 3 group whatsapp broker. Katanya tidak apa-apa kalau BC
ke group setiap hari. Justru bagus dan menegaskan, mengingatkan kalau ini lho
barangku. Walau kurang sreg tapi saya
ikuti aja, siapa tahu hoki. Sempat kepikiran kalau orang lama sudah pernah BC,
orang baru mana bisa menyaingi.Karena listingan masih sedikit, masih punya 4listingan, maka yang di BC seringnya ya produknya Real One.
Pelajaran yang bisa diambil kali ini adalah Broadcast via WA atau biasa disingkat BC ke group WA broker itu tujuannya untuk Cobro. Cobro maksudnya kerjasama dengan broker lain. Mungkin Broker lain di grup punya klien yang sedang cari properti tertentu dan mungkin kita punya listingan properti yang cocok/hamper cocok dengan properti yang dicari klien broker lain tadi. Kalau sinkron dan terjadi transaksi, maka akan ada komisi yang akan dibagi untuk kantor sekian, untuk kita sekian, untuk kantor broker lain sekian, untuk broker lain sekian.
nah komisinya dari siapa? dari klien pemilik properti yang dijual? atau dari klien yang menyuruh untuk dicarikan properti?
Comments
Post a Comment